Seskoau Seminarkan Kekuatan Udara TNI AU sebagai Alat Diplomasi
Komandan Seskoau Marsekal Muda TNI Boy Syahril Qamar, S.E., dalam sambutannya menyampaikan Seminar Strategi Operasi dalam tahun 2011 ini mengambil tema tentang kekuatan udara sebagai alat diplomasi dengan tujuan agar kemampuan Angkatan Udara yang memiliki alat utama sistem senjatanya (alutsista) produksi negara-negara maju dapat senantiasa terpelihara. Melalui diplomasi Angkatan Udara dengan negara-negara pembuat alutsista diharapkan kesiapan alutsista tersebut senantiasa terpelihara. .Ditambahkan selain kesiapan alutsista juga diperlukan kesiapan personel dan berbagai peranti lunak untuk pelaksanaanya. Danseskoau juga mengharapkan pada akhir seminar dapat terhimpun saran, gagasan, pandangan dan konsep kebijaksanaan yang strategis dari para pemrasaran maupun peserta seminar mengenai konsep diplomasi Angkatan Udara yang efektif dan efisien dengan negara-negara maju.
| Komandan Seskoau Marsekal Muda TNI Boy Syahril Qamar, S.E., dalam sambutannya menyampaikan Susgajarmis dilaksanakan bertujuan untuk memenuhi kekurangan tanaga pengajar maupun akademis di berbagai lembaga pendidikan TNI AU. Diharapkan melalui Susgajarmis tersebut, tenaga pengajar akademis TNI AU memiliki wawasan, kesamaan bahasa dan sikap dalam menuntun para siswanya, sehingga tujuan kurikulum dalam pendidikan TNI AU akan tercapai. Ditambahkan Danseskoau tenaga pengajar merupakan salah satu dari 10 komponen keberhasilan pelaksanaan pendidikan. sehingga tenaga pendidik haruslah memiliki kualitas diri seperti berbudi pekerti mulia, memiliki komitmen kuat terhadap tugas, menguasai teknik mengajar dan pengetahuan dalam disiplin ilmunya masing-masing. Asrena Kasau dalam sambutannya menyampaikan Rakor Renaku merupakan wadah bagi pejabat, perwira dan PNS TNI yang bertugas di staf Renaku untuk berkomunikasi, koordinasi dalam pertanggungjawaban administrasi dan laporan penggunaan keuangan negara baik di tingkat satuan maupun Komando Utama (Kotama) TNI AU. Diharapkan selama Rakor terdapat saran, usul, ide dari para peserta untuk memecahkan masalah-masalah keuangan dan anggaran dalam program kerja pada tahun 2011. “Staf keuangan dan anggaran TNI AU dalam pembuatan laporan keuangan harus membiasakan diri untuk bekerja baik, benar dan jujur“, ujar Asrena Kasau. Ditambahkan, “Dimanapun kita berada harus melakukan yang terbaik dan harus selalu berfikir positif untuk membentuk kebiasaan maupun karakter yang baik pula”, tegas Marsda TNI Rodi Suprasodjo yang baru pulang dari Mekkah untuk menunaikan Rukun Islam yang kelima. Dalam sambutan Danseskoau yang dibacakan Irup menyatakan, melalui Susdansat TNI AU tahun 2011, para pejabat komandan dapat menyadari arti penting keberadaannya sebagai pemimpin dan pembina bagi satuan dan anggotanya. Sebagai pemimpin diharapkan dapat memberi contoh, bersikap arif dan bijaksana, memiliki kecakapan, kepedulian serta tanggung jawab yang mendalam terhadap anggota dan lingkungannya. Sedangkan sebagai pembina diharapkan dapat memiliki jiwa korsa, solidaritas, integritas dan mampu memupuk soliditas organisasi yang kuat serta memiliki kepedulian dan hubungan yang baik dengan lingkungan masyarakat sekitar, sehingga dapat mencermati dan mewaspadai peristiwa ataupun informasi yang terjadi di lingkunganya. |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar